Ada dua metode berbeda dalam antarmuka I/O ke mikroprosesor, yakni isolated I/O dan memory-mapped I/O. Secara umum metode memory-mapped I/O tidak digunakan pada PC.
Perbedaan antara keduanya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Isolated I/O
|
No.
|
Memory Mapped I/O
|
Isolated I/O uses separate memory space.
|
01
|
Memory mapped I/O uses memory from the main memory.
|
Limited instructions can be used. Those are IN, OUT, INS, OUTS.
|
02
|
Any instruction which references to memory can be used.
|
This does not take memory from main memory.
|
03
|
It takes memory from main memory which reduces the memory available for applications.
|
The addresses for Isolated I/O devices are called ports.
|
04
|
Memory mapped I/O devices are treated as memory locations on the memory map.
|
IORC & IOWC signals expands the circuitry.
|
05
|
IORC & IOWC signals has no functions in this case which reduces the circuitry.
|
z ISOLATED I/O : Pada isolated I/O, lokasi (transfer) terisolasi dari sistem memori di dalam
ruang addres yang terpisah. Pada Isolated I/O, PORT terpisah dari memori.
Karena portnya terpisah, user bisa
memperluas memori ke ukuran penuhnya tanpa menggunakan ruang memory lain untuk
perangkat I/O. Kerugiannya; bahwa data yang ditransfer antara I/O dan
mikroprosesor harus diakses dengan instruksi-instruksi spt IN, INS, OUT, OUTS.
MEMORY-MAPPED I/O : Tak seperti isolated I/O, instruksi yang digunakan di memory mapped I/O
tidak terbatas pada IN, INS, OUT, ataupun OUTS saja. Pada memory-mapped I/O, setiap
instruksi yang bisa mentrasfer data antara
mikroprosesor dan memory dapat digunakan. Keuntungan paling utama adalah bahwa instruksi
transfer memory dapat digunakan untuk mengakses perangkat I / O.
Sementara
kerugian memory-mapped I/O; sebagian dari sistem memori digunakan sebagai peta I/O.
Berdampak pada berkurangnya jumlah memori yang tersedia.
Keuntungan lain yang dimiliki MEMORY-MAPPED I/O adalah
bahwa sinyal IORC dan IOWC tidak memiliki fungsi dalam sistem, sehingga
memungkinkan adanya pengurangan jumlah sirkuit yang dibutuhkan untuk decoding. Pada
RISC, yang bekerja dengan prinsip penyederhanaan komputasi set instruksi, dimana
20%
instruksi pada sebuah prosesor ternyata menangani sekitar 80% dari
keseluruhan kerjanya keuntungan ini tentu akan dimanfaatkan. Olehkarena itu
RISC bnyk menggnakan memory-mapped i/o.
Pustaka:
Barry B. Brey. Intel Microprocessors Architecture Programming and Interfacing. 8th edition.